Press Release

3 Atlet SOIna Raih 2 Emas, 2 Perunggu dan 1 Ribbon Dalam SOWWG 2009 di Idaho-USA

Diposting Oleh: Nursatyo Pada: 28 January 2009

Jakarta, Februari 2009 ? 3 (tiga) orang atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) akhirnya berhasil menoreh prestasi gemilang pada olympiade musim dingin Tunagrahita tingkat dunia, Special Olympics World Winter Games (SOWWG) 2009 di Idaho, Amerika Serikat. Prestasi yang diraih adalah 2 medali emas, 2 perunggu dan 1 ribbon. Prestasi tersebut diraih dalam cabang olahraga Snowshoeing (Lari di atas salju). 2 Medali emas diraih oleh Abdul Hadi (24) dalam nomor 400m dan Chahyo Estiadi Budi Syahputro (21) dalam nomor 100m. Sementara medali perunggu diraih oleh Chahyo Estiadi Budi Syahputro dalam nomor 200m dan Johannes Nugroho Kurniawan (36) dalam nomor 50m. Adapun ribbon (pita) urutan 6 diraih oleh Johannes Nugroho Kurniawan dalam nomor 25m. Diantara 6 nomor olahraga snowshoeing yang diikuti oleh kontingen SOIna, hanya 1 nomor yang tidak mendapatkan medali atau ribbon karena diskualifikasi. Hal itu dialami oleh Abdul Hadi pada nomor 800m. Meski Abdul Hadi mendapatkan posisi pertama dengan catatan waktu 04:34.28, namun prestasi itu berbeda jauh dengan babak pendahuluan (preliminary) dengan catatan waktu 05:37.71. Dalam aturan Special Olympics, perbedaan itu tidak boleh melebihi 10% ? 15%. Inilah salah satu kekhasan dalam peraturan pertandingan Special Olympics. Atas prestasi yang diraih Ketua Umum PP SOIna, dr. Pudji Hastuti MSc, PH, menyatakan hal ini patut disyukuri karena di luar perkiraan Pengurus Pusat (PP) SOIna sebelumnya. Sebelumnya PP SOIna tidak menargetkan medali emas karena hanya ajang uji coba. ?Alhamdulillah ini diluar perkiraan. Ternyata atlet SOIna mampu menunjukkan prestasinya yang baik di tengah medan dan cuaca yang cukup berat (suhu mencapai -16 derajat celcius). Dan ini baru pertama kalinya diikuti,? ujar dr. Pudji. Dari pengamatan langsung di lokasi pertandingan, dr. Pudji melihat bahwa ada beberapa cabang olahraga musim dingin yang mungkin dapat dikembangkan di Special Olympics Indonesia seperti cabang olahraga Ice Skating dan Floor Hockey. Hal itu dimungkinkan karena pada beberapa kota besar di Indonesia sudah ada sarana yang mendukung. ?Dengan begitu, SOIna dapat terus berpartisipasi pada setiap SOWWG,? ujarnya. Partisipasi SOIna pada SOWWG 2009 Pada SOWWG 2009, SOIna mengirimkan 3 atlet. Ketiga atlet tersebut adalah Johannes Nugroho Kurniawan (36), Abdul Hadi (24) dan Cahyo Estiadi Budi Syahputro (21). Mereka akan mengikuti kompetisi cabang Snowshoeing (berlari di salju) mulai dari 25 m, 50 m, 100 m, 200 m, 400 m dan 800 m. Para atlet tersebut didampingi oleh 2 pelatih, Hardiyanto, S.Pd dan Suwanda S.Pd serta dipimpin oleh ketua kontingen Drs. H. Rustam Jusuf. Kontingen juga akan didampingi oleh 2 orang pengurus SOIna dan 3 orang dari Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Keikutsertaan SOIna pada event ini merupakan pertama kalinya. Tujuannya selain ajang uji coba olahraga snowshoeing di Indonesia juga pembentukan atlet berprestasi tingkat dunia. Meski di Indonesia tidak ada musim dingin, namun cabang olahraga yang diikuti hampir mirip dengan nomor lari di atletik. ?Perbedaannya hanya pada faktor cuaca,? ujar Hardiyanto selaku kepala pelatih (Head Coach) kontingen. Pada awalnya Pengurus Pusat (PP) SOIna berencana akan memberangkatkan 6 atlet, namun karena keterbatasan dana pada akhirnya hanya dapat mengirimkan 3 atlet. Untuk pengiriman kontingen SOIna ini mendapat bantuan dana Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI dan Departemen Sosial RI. Selain itu juga terdapat beberapa sponsor, seperti Nike Inc. yang memfasilitasi seluruh seragam pertandingan kontingen, juga PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang memberikan dana serta PT Dexa Medika yang memberikan bantuan obat-obatan selama proses pelatihan. Nike Inc. sejak beberapa tahun terakhir ini selalu mendukung kegiatan-kegiatan SOIna terutama dalam bentuk bantuan seragam olahraga. SOWWG 2009 diselenggarakan di Idaho, Amerika Serikat pada tanggal 7 ? 13 Februari 2009. Sekitar 2.500 atlet dari lebih 100 negara hadir dalam kegiatan tersebut. Terdapat 7 cabang olahraga musim dingin yang dipertandingkan, yaitu Alpine Skiing, Cross-Country Skiing, Figure Skating, Floor Hockey, Snowboarding, Snowshoeing dan Speed Skating. Seluruh kegiatan dilaksanakan di sekitar wilayah Idaho seperti daerah Boise, Sun Valley dan McCall. Special Olympics Indonesia Special Olympics Indonesia (SOIna) adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi Penyandang Tunagrahita di Indonesia dalam rangka pemberdayaan Tunagrahita agar menjadi warga masyarakat yang lebih produktif. Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olympics pada tanggal 9 Agustus 1989 dan menjadi anggota Special Olympics International (SOI) ke-79; dimana SOI sendiri berdiri pada tahun 1968 yang diprakarsai oleh Mrs. Eunice Kennedy Shriver, yang kegiatannya ditopang oleh The Joseph P. Kennedy Jr. Foundation. Special Olympics Indonesia hingga tahun 2007 telah menjaring 42.129 atlet dari 33 provinsi di Indonesia. Misi Special Olympics adalah menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun di berbagai macam jenis olahraga olimpiade bagi Tunagrahita, memberikan mereka kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, menunjukkan keberanian, menikmati kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarganya, atlet Special Olympics lainnya dan masyarakat. Tidak ada pungutan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Special Olympics. Misi ini tercermin dalam janji atlet Special Olympics, yaitu : ?Let me win. But if I cannot win, let me be brave in the attempt?, yang artinya : ?Biarkan kami menang. Tetapi jika kami tidak menang, berilah kami keberanian untuk mencobanya ?. Saat ini, SOIna telah menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi untuk 7 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, tenis meja, sepak bola, bola basket, renang dan bocce serta telah mengadakan kompetisi untuk olahraga-olahraga tersebut mulai dari tingkat Kabupaten / Kota, Propinsi, Wilayah hingga tingkat Nasional. SOIna juga memiliki kegiatan Special Olympics Athlete Leadership Programs (ALPs), yaitu pelatihan kepemimpinan bagi para atlet agar memiliki kesempatan untuk berkiprah aktif baik di dalam maupun luar lapangan. Mereka dibimbing menjadi pengurus organisasi, official pertandingan, pelatih atau menjadi juru bicara dan membuat keputusan tentang masa depan Special Olympics. Disamping itu juga ada program Healthy Athlete, yaitu program pemeriksaan kesehatan bagi para atlet untuk menjaga kebugaran atlet, terutama menjelang pertandingan.
 
 
 
  
jumps2304027a
jumps2504126a
jumps2504126a
partisipate
pornas
 

©2008 Rahman - All Rights Reserved. | Designed for SOIna
Developed by Rahman Media